Covid-19 UNAIR!

Surveilans covid19 (syarat presensi)

Surveilans Covid19

Konsultasi Isoman berisi hotline dan ruang konsultasi isolasi mandiri covid19

Ruang konsultasi ISOMAN

Hotline

085748671965 07.00 - 10.00
08113558661 10.00 - 13.00
081234558759 13.00 - 16.00
08155273000 16.00 - 19.00

Hotline (Khusus Mahasiswa)

082131972659 07.00 - 10.00
081334711682 10.00 - 13.00
085733322523 13.00 - 16.00
089680808813 16.00 - 19.00

Tentang Covid-19

Pahami Covid-19 lebih jauh, agar kita semua sadar akan bahaya yang ditimbulkan dari virus ini

Apa itu COVID-19?

Corona Virus Disease 2019 atau yang biasa disingkat COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernafas.

Apakah COVID-19 Menular?

YA. Infeksi menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan (droplet) dari saluran pernapasan yang sering dihasilkan saat batuk atau bersin. Jarak jangkauan droplet biasanya hingga 1 meter. Droplet bisa menempel di benda, namun tidak akan bertahan lama di udara. Waktu dari paparan virus hingga timbulnya gejala klinis antara 1-14 hari dengan rata-rata 5 hari. Maka, orang yang sedang sakit diwajibkan memakai masker guna meminimalisir penyebaran droplet.

Apa Penyebab COVID-19?

Sampai saat ini belum diketahui penyebab dari virus Corona, tetapi diketahui virus ini disebarkan oleh hewan dan mampu menjangkit dari satu spesies ke spesies lainnya, termasuk manusia. Diketahui virus Corona berasal dari Kota Wuhan di China dan muncul pada Desember 2019.

Bagaimana Gejala COVID-19?

Orang yang terinfeksi memiliki gejala ringan seperti demam, batuk, dan kesulitan bernafas. Gejala dapat berkembang menjadi pneumonia berat.

Bagaimana Cara Mencegah COVID-19?

Tindakan pencegahan untuk mengurangi kemungkinan infeksi antara lain tetap berada di rumah, menghindari bepergian dan beraktivitas di tempat umum, sering mencuci tangan dengan sabun dan air, tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak dicuci. Segera hubungi Hotline jika Anda mengalami gejala atau memiliki riwayat perjalanan/berpergian dari Negara yang terjangkit.

Yuk, Lindungi Diri!

  • Terapkan etika batuk atau bersin (dengan menutup mulut dan hidung). Jangan meludah sembarangan.
  • Bersihkan benda yang sering disentuh.
  • Gunakan masker jika Anda sakit dan segera ke fasilitas kesehatan terdekat
  • Cuci tangan dengan sabun
  • Konsumsi makanan bergizi dan olahraga
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci

Rumah Sakit Rujukan

Daftar Rumah Sakit Rujukan di Jawa Timur.

No. Nama. Alamat.
1. RSD Dr. Soebandi. Jl. Dr. Soebandi No. 124 Kel Patrang Kab. Jember Jawa Timur 68111 Telepon: (0331-487441) Fax: (0331-487564) Email: rssoebandi.ren@gmail.com
2. RSUD Kabupaten Kediri . Jl. Pahlawan Kusuma Bangsa No. 1 Pare, Kediri Telepon: (0354-391718) Email: rsud.kabupatenkediri@gmail.com
3. RSUD Dr. Soetomo. Jl. Mayjend. Prof. Dr. Moestopo No. 6 - 8 Surabaya, Jawa Timur Telepon: (031-5501001) Tlp. IGD: (031-5501239) Fax: (031-55022068) Email: kontak@rsudrsoetomo.jatimprov.go. id
4. RSUD Dr. Soedono Madiun. Jl. Dr. Soetomo 59, Madiun Telepon: (0351-464325, 464326, 454567) Fax: (0351-458054) Email: rsu_soedonomdn@gmail.com
5. RSUD Dr. Saiful Anwar Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 2 Malang Telepon: (0341-362101) Fax: (0341-369384) Email: staf-rsudrsaifulanwar@jatimprov.go.id yanmedrssa@gamil.com
6. RSUD dr. R. Koesma Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo No. 800, Kab Tuban, Jawa Timur Telepon: (0356- 321010,325696,323266) Fax: (0356-322569) Email: rsudkoesma@gmail.com
7. RSUD. Blambangan Jl. Letkol Istiqlah No. 49 Banyuwangi, Jawa Timur Telepon: (0333-421118, 421071,) Fax: (0333-421072) Email: rsudblambangan.bwi@gmail.com
8. RSUD Dr R. Sosodoro . Djatikoesoemo Bojonegoro Jl. Veteran No. 36, Bojonegoro Telepon: (0353-3412133) Fax: (0353-3412133) Email: rsudsosdor@yahoo.co.id
9. RSUD Dr. Iskak Kab. Tulungagung. Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo Tulungagung Telepon: (0355-322609) Fax: (0355-322165) Email: rsu_iskak_ta@yahoo.com
10. RSUD Sidoarjo Jl. Mojopahit No. 667, Sidowayah, Celep, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61215 Telepon: (031-8961649) Fax: (031-8943237) Email: rsudsda@yahoo.co.id
11. RS Universitas Airlangga. Kampus C Universitas Airlangga, Mulyorejo, Surabaya 60115 Telepon: (031-5916290, 5916287, 58208280) Fax: (031-5916291) Email: sekretariat@rsua.unair.ac.id

Frequently Asked Questions

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

  • Apakah Antibiotik efektif mencegah dan menangani COVID-19?

    Tidak. Antibiotik tidak dapat melawan virus, melainkan hanya melawan infeksi bakteri. COVID-19 disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak efektif. Antibiotik tidak boleh digunakan untuk mencegah atau mengobati COVID-19. Antibiotik hanya digunakan sesuai arahan dokter untuk mengobati infeksi bakteri.

  • Apakah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) itu?

    Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV-2).

  • Apakah tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 ?

    Gejala umum COVID-19 seperti gejala gangguan pernapasan akut (flu like syndrome) yaitu demam, batuk, pilek, anosmia (tidak mampu mencium bau) dan sesak napas

  • Berapa lamakah masa inkubasi infeksi COVID-19?

    Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpendek 2 hari dan terpanjang 14 hari.

  • Siapakah yang dimaksud dengan Orang Tanpa Gejala (OTG) ?

    OTG adalah seseorang yang tidak bergejala dan memiliki risiko tertular dari orang konfirmasi COVID-19. Orang tanpa gejala (OTG) merupakan kontak erat dengan kasus konfirmasi COVID-19.

  • Apakah yang dimaksud dengan kontak erat dengan kasus konfirmasi COVID-19?

    Kontak Erat adalah seseorang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan atau berkunjung (dalam radius 1 meter dengan kasus pasien dalam pengawasan atau konfirmasi) dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

  • Siapa sajakah yang termasuk kelompok kontak erat ?

    Termasuk kontak erat adalah:

    a.   Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan kasus tanpa menggunakan APD sesuai standar.

    b.     Orang yang berada dalam suatu ruangan yang sama dengan kasus (termasuk tempat kerja, kelas, rumah, acara besar) dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

    Orang yang bepergian bersama (radius 1 meter) dengan segala jenis alat angkut/kendaraan dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

  • Siapakah yang dimaksud Orang Dalam Pengawasan (ODP) ?

    1) Orang yang mengalami demam (≥380C) atau riwayat demam; atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal.

     

    2) Orang yang mengalami gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19.

     

  • Siapakah yang dimaksud Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ?

    1) Orang  dengan  Infeksi  Saluran  Pernapasan  Akut  (ISPA)  yaitu  demam

           (≥38oC) atau riwayat demam; disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/sesak nafas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal.

     

    2) Orang dengan demam (≥380C) atau riwayat demam atau ISPA DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19.

     

    3) Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

  • Siapakah yang dimaksud suspect COVID-19?

    Suspect COVID-19 adalah PDP yang telah diyakini memiliki riwayat kontak dengan orang positif  COVID-19. Hasilnya setelah observasi bisa positif atau negatif.

  • Apakah yang dimaksud Kasus Konfirmasi?

    Kasus konfirmasi adalah pasien yang terinfeksi COVID-19 dengan hasil pemeriksaan tes positif melalui pemeriksaan PCR

  • Apakah kegiatan surveilans dan karantina ?

    Upaya surveilans merupakan pemantauan yang berlangsung terus menerus terhadap kelompok berisiko. Sedangkan karantina merupakan pembatasan seseorang atau sekelompok orang dalam suatu wilayah termasuk wilayah yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi. Kegiatan surveilans merupakan bagian tidak terpisahkan dari karantina, selama masa karantina, surveilans dilakukan untuk memantau perubahan kondisi seseorang atau sekelompok orang.

  • Apakah pemeriksaan Rapid Test (RT)?

    Pemeriksaan Rapid Test adalah pemeriksaan secara cepat untuk mendeteksi kasus. RT ada 2 yaitu Rapid Test (RT) Antibodi dan RT Antigen. Rapid Test ini   digunakan untuk deteksi kasus COVID-19 pada ODP dan PDP pada wilayah yang tidak mempunyai fasilitas untuk pemeriksaan RT-PCR atau tidak mempunyai media pengambilan spesimen (Swab dan VTM). Hasil Pemeriksaan RT Antibodi/Antigen tetap dikonfirmasi dengan menggunakan RT-PCR (Real Time-Polymerase Chain Reaction).

  • Apakah yang dimaksud Rapid Test (RT) Antibodi dan RT Antigen?

    A. Rapid Test Antibodi adalah pemeriksaan pada spesimen darah untuk deteksi kasus. Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada komunitas (masyarakat).

     

    B. Rapid Test Antigen adalah pemeriksaan pada spesimen Swab orofaring/ Swab nasofaring untuk deteksi kasus. Pemeriksaan ini dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki fasilitas bio safety cabinet.

  • Apakah RT-PCR (Real Time-Polymerase Chain Reaction)?

    RT-PCR adalah  pemeriksaan molekuler untuk mendeteksi virus corona SARS-CoV-2 dengan memeriksa  air liur di tenggorokan, kerongkongan, atau hidung.

  • Bagaimanakah alur pemeriksaan RT Antibodi ?

    pemeriksaan-rt-antibodi.png

  • Bagaimanakah alur pemeriksaan RT Antigen ?

    pemeriksaan-antigen.png

  • Bagaimanakah alur pemeriksaan COVID-19 ?

    alur-pemeriksaan-covid19.png

  • Bagaimanakah upaya pencegahan COVID-19 secara personal/individu?

    Upaya pencegahan COVID-19 secara personal/individu yaitu dengan :

    1.     Upaya menjaga kebersihan personal

    2.     Upaya menjaga kebersihan rumah

    3.     Peningkatan imunitas diri

    4.     Hindari kumpul-kumpul atau kerumunan orang.

    5.     Tidak berjabat tangan atau saling cium pipi

    6.     Memakai masker apabila keluar rumah atau ke tempat fasilitas umum.

    7.     Jaga jarak bila bertemu orang sekitar 1-2 meter

    8.    Hindari interaksi fisik dekat dengan orang yang memiliki gejala sakit

    9.   Mengendalikan komorbid (penyakit penyerta)

  • Bagaimanakah melakukan upaya menjaga kebersihan personal dan rumah ?

    Upaya menjaga kebersihan personal dan rumah dengan cara:

    a. Mencuci tangan lebih sering dengan sabun dan air setidaknya 20 detik atau menggunakan hand sanitizer, sesampainya rumah atau di tempat bekerja, setelah membersihkan kotoran hidung, batuk atau bersin dan ketika makan atau mengantarkan makanan.

    b. Mandi atau cuci muka setelah sesampainya di rumah atau tempat kerja.

    c. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci

    d. Tutupi mulut saat batuk dan bersin dengan lengan atas dan ketiak atau dengan tisu lalu langsung buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan

    e. Segera mengganti baju/mandi sesampainya di rumah setelah berpergian

    f. Bersihkan dengan desinfektan secara berkala pada benda- benda yang sering disentuh dan pada permukaan rumah dan perabot (meja, kursi, dan lain-lain), gagang pintu, dan lain-lain.

  • Bagaimanakah upaya pencegahan COVID-19 dengan peningkatan imunitas diri?

    Upaya peningkatan imunitas diri dan mengendalikan komorbid (penyakit penyerta) yaitu sebagai berikut :

    a. Konsumsi gizi seimbang

    b. Aktifitas fisik/senam ringan selama 30 menit setaip hari

    c. Istirahat cukup

    d. Suplemen vitamin

    e. Tidak merokok

  • Bagaimanakah upaya pencegahan COVID-19 pada level masyarakat ?

    Upaya yang dilakukan untuk pencegahan COVID-19 di level masyarakat adalah:

    1. pembatasan interaksi fisik 

    2. jaga jarak fisik 

    3. pembatasan sosial 

    4. karantina kesehatan

  • Bagaimanakah melakukan pembatasan interaksi fisik (physical contact/physical distancing) ?

    1. Tidak berdekatan atau berkumpul di keramaian atau tempat-tempat umum, jika terpaksa berada di tempat umum gunakanlah masker.

    2. Jaga jarak dengan orang lain 1 – 2 meter (saat mengantri, duduk di bus/kereta).

    3. Anak sebaiknya bermain sendiri di rumah.

    4. Melaksanakan ibadah di rumah.

  • Bagaimanakah menerapkan etika batuk dan bersin ?

    1. Jika terpaksa harus bepergian, saat batuk dan bersin gunakan tisu lalu langsung buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan

    2. Jika tidak ada tisu, saat batuk dan bersin tutupi dengan lengan atas dan ketiak.

  • Bagaimanakah melakukan karantina kesehatan ?

    Sesuai dengan Undang-undang No. 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, untuk mengurangi penyebaran suatu wabah perlu dilakukan Karantina Kesehatan, termasuk Karantina Rumah, Pembatasan Sosial, Karantina Rumah Sakit, dan Karantina Wilayah

  • Bagaimanakah menjaga jarak fisik dan pembatasan sosial (physical and social distancing) ?

    Pembatasan sosial adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah. Pembatasan sosial ini dilakukan oleh semua orang di wilayah yang diduga terinfeksi penyakit. Pembatasan sosial berskala besar bertujuan untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit di wilayah tertentu. Pembatasan sosial berskala besar paling sedikit meliputi: meliburkan sekolah dan tempat kerja; pembatasan kegiatan keagamaan; dan/atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Selain itu, pembatasan social juga dilakukan dengan meminta masyarakat untuk mengurangi interaksi sosialnya dengan tetap tinggal di dalam rumah maupun pembatasan penggunaan transportasi publik.

    Pembatasan sosial yang dapat dilakukan dengan cara:

    1. Dilarang berdekatan atau kontak fisik dengan orang mengatur jarak terdekat sekitar 1-2 meter, tidak bersalaman, tidak berpelukan dan berciuman.

    2. Hindari penggunaan transportasi publik (seperti kereta, bus, dan angkot) yang tidak perlu, sebisa mungkin hindari jam sibuk ketika berpergian.

    3. Bekerja dari rumah (work from home dan study from home), jika memungkinkan dan kantor memberlakukan ini.

    4. Dilarang berkumpul massal di kerumunan dan fasilitas umum.

    5. Hindari berkumpul teman dan keluarga, termasuk berkunjung/bersilaturahmi tatap muka dan menunda kegiatan bersama. Hubungi mereka dengan telepon, internet, dan media sosial.

    6. Gunakan telepon atau layanan online untuk menghubungi dokter atau fasilitas lainnya.

    7. Jika anda sakit, dilarang mengunjungi orang tua/lanjut usia. Jika anda tinggal satu rumah dengan mereka, maka hindari interaksi langsung dengan mereka (isolasi diri) dan pakai masker

    8. Tidak menyelenggarakan kegiatan/pertemuan yang melibatkan banyak peserta (mass gathering).

    9. Hindari melakukan perjalanan baik ke luar kota atau luar negeri.

    10. Hindari berpergian ke tempat-tempat wisata.

    11. Mengurangi frekuensi belanja dan pergi berbelanja. Saat benar-benar butuh, usahakan bukan pada jam ramai.

     

     

    Semua orang harus mengikuti ketentuan ini dengan ketat dan membatasi tatap muka dengan teman dan keluarga, khususnya jika Anda:

    12. Berusia 60 tahun keatas

    13. Memilik penyakit komorbid (penyakit penyerta) seperti diabetes melitus, hipertensi, kanker,asma dan Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) dll

    14. Ibu hamil

  • Siapakan kelompok rentan terkena COVID-19?

    1. Usia lanjut
    2. Orang dengan penyakit penyerta (komorbid): Daibetes Mellitus, Hipertensi, Stroke, Kanker, Penyakit Ginjal Kronis.
    3. Ibu hamil

  • Apakah saat ini sudah tersedia vaksin untuk COVID-19?

    Saat ini sudah tersedia vaksin COVID -19 yang mematikan.

  • Bagaimana COVID-19 dapat menularkan ke orang lain?

    1. Droplets atau tetesan cairan yang berasal dari batuk dan bersin

    2. Kontak pribadi seperti menyentuh dan berjabat tangan

    3. Menyentuh benda atau permukaan dengan virus di atasnya kemudian   

        menyentuh mulut, hidung, atau mata sebelum mencuci tangan

Contact

Informasi beberapa nomor telp/email yang bisa anda hubungi

Address

Management Office, 2nd Floor Amerta-2 Kampus C Mulyorejo, Surabaya

Call Us

Phone (+62 31) 5914042, 5914043, 5915551 ext. 102 Fax (+62 31) 5915551. Telp BNPB 117 dan Kemenkes RI 119 ext. 9

Email Us

adm@pkip.unair.ac.id

Working Hours

Mon - Fri: 9AM to 15PM